PASKIBRA MTsN 1 PONTIANAK

Entries categorized as ‘artikel’

PASKIBRAKA

Juli 17, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

1. PASKIBRA

Merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memupuk semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara, kepeloporan dan kepemimpinan, berdisiplin dan berbudi pekerti luhur dalam rangka pembentukan character building generasi muda Indonesia.

Peserta kegiatan ini adalah pria dan wanita yang telah dipilih / mewakili kelasnya untuk mengibarkan / menurunkan Bendera pada setiap Upacara rutin di sekolah atau memperingati hari Proklamasi pada tanggal 17 Agustus dan upacara bendera hari besar nasional lainnya.

2. PASKIBRAKA

1. Pengertian Paskibraka

PASKIBRAKA ( Pasukan Pengibar Bendera Pusaka ) merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memupuk semangat kebangsaan, cinta tanah air dan bela negara, kepeloporan dan kepemimpinan, berdisiplin dan berbudi pekerti luhur dalam rangka pembentukan character building generasi muda Indonesia.

Peserta kegiatan ini adalah pria dan wanita yang telah terpilih untuk mewakili propinsinya dalam acara pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka (duplikat) pada Upacara Kenegaraan 17 Agustus dalam rangka Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

2. Sejarah Paskibraka

Sejarah Paskibraka, dimulai 17 Agustus 1950, saat pertama kali peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan dilaksanakan, setelah Presiden Sukarno hijrah dari Yogyakarta. Namun sebenarnya, dalam peringatan skala kecil pada 1946 silam, kegiatan ini sudah dilaksanakan di Gedung Agung, Yogyakarta .

Tata cara penaikan dan penurunan Bendera Pusaka, pertama kali disusun oleh ajudan Presiden Sukarno, Husen Mutahar. Kemudian pada 1967, Husen yang waktu itu menjabat Direktur Jenderal Urusan Pemuda dan Pramuka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di masa pemerintahan Soeharto, juga menerima tugas yang sama. Formasi Paskibraka, diambil dari tanggal, bulan dan tahun dibacakannya Proklamasi kemerdekaan RI.

3. Persyaratan Menjadi Anggota Paskibraka

Untuk menjadi calon anggota Paskibraka, diperlukan beberapa persyaratan. Syaratnya, memiliki tubuh sehat, tinggi badan minimal 170 sentimeter untuk putra, dan 165 sentimeter untuk putri. Mereka juga harus memiliki nilai akademis yang baik, serta aktif dalam berorganisasi.

1. Syarat Mengikuti Seleksi Paskibraka

1. Akhlaq

a. Mental dan moral dapat di pertanggung jawabkan

b. Mentaati kewajiban agama yang di anutnya

c. Berbudi pekerti luhur dan bertingkah laku yang baik

2. Kepribadian

a. Ramah dan pandai bergaul

b. Bersahaja, sopan dan berdisiplin

3. Kesehatan

a. Tidak berkaca mata

b. Tegap dan tidak cacat badan

c. Tinggi badan :

+ Putra Minimal : 170 cm

+ Putri Minimal : 165 cm

4. Berpenampilan segar, menarik dan selalu ceria

2. Tahap Seleksi Calon Anggota Paskibraka

Semua calon akan di pilih dari sekolah tingkat SLTA lalu mengikuti seleksi tingkat II.

Sekolah – Kecamatan – Kabupaten – Propinsi – Nasional

Skema tahap – tahap seleksi :

Paskibra Sekolah

Sekolah

Paskibra Kabupaten

Paskibra Propinsi

Paskibra Nasional

Kabupaten

Propinsi

Nasional

4. PERLENGKAPAN PASKIBRA DAN PASKIBRAKA

1. Pakaian Dinas Upacara ( PDU )

Terdiri atas 4 bagian :

1. Di gunakan untuk upacara PDU I

2. Di gunakan pada acara resmi PDU II

3. Pakaian pola biasa PDU III

4. Pakaian biasa PDU IV

2. Lencana Merah Putih Garuda

Merupakan suatu tanda yang diberikan kepada seorang Paskibra yang telah mengikuti massa latihan, pemusatan latihan, dan pelantikan / pengukuhan serta sebagai identitas diri seorang Paskibra

Persyaratan Memiliki lencana Merah Putih Garuda

1. Telah mengikuti masa latihan

2. Telah mengikuti masa orientasi

3. Mengikuti pelantikan / pengukuhan

Tingkatan Warna Dasar Lencana Merah Putih Garuda ( MPG )

1. Gambar Burung Garuda sebagai ideologi Pancasila

2. Warna putih di gunakan untuk kalangan SMP

3. Warna hijau di gunakan untuk kalangan SLTA

4. Warna merah di gunakan untuk kalangan PASKIBRAKA

5. Warna ungu di gunakan untuk kalangan pembina PASKIBRAKA

6. Warna kuning di gunakan untuk kalangan senior atau pembina PASKIBRAKA yang mempunyai prestasi

dalam bidang kepemudaan di tingkat PASKIBRAKA

Perlakuan Terhadap Lencana Merah Putih Garuda

1. Lencana jangan sampai di hilangkan

2. Lencana harus dalam keadaan terawat

3. Lencana tidak boleh di letakan sembarangan

4. Lencana tidak boleh di perlakukan sembarangan

4. HALENTRI PASKIBRA

Halentri adalah tata cara kehidupan sehari – hari seorang Paskibra

1. Pelaksanaan Penghormatan Militer ( PPM )

Merupakan suatu penghormatan yang di berikan junior kepada seorang senior, waktu dalam latihan maupun di luar latihan. Waktu PPM dari pukul 08.00 s/d 18.00 WIB. Jika sudah lewat dari batas yang sudah di tentukan cukup dengan mengucapkan ” salam ”.

2. Halentri Di Jalan

1. Jika bertemu yang lebih tua sapalah terlebih dahulu

2. Bersikap ramah ( tidak menentang )

3. Jika di ajak bicara tataplah wajahnya dan pandangan tetap lurus ke depan, jangan membuang pandangan / muka.

4. Jika terburu – buru mintalah permisi.

3. Halentri Bertamu

1. Ketuklah pintu terlebih dahulu sambil mengucapkan salam sebelum memasuki ruangan.

2. Jangan masuk sebelum di persilahkan masuk.

3. Katakan maksud dan tujuan kita.

4. Jangan duduk sebelum di persilahkan duduk terlebih dahulu dan ambilah sikap duduk yang baik.

5. Jangan sekali – kali memegang meja.

6. Uraikan maksud dan tujuan kita.

7. Setiap di ajak bicara jangan memalingkan pandangan dan mengalihkan pembicaraan.

8. Jika di beri pertanyaan jawablah dengan tegas dan jelas serta sopan ( jangan menjawab dengan menggunakan kepala ).

9. Bicaralah dengan baik dan sopan.

10. Jika sudah selesai ucapkan salam dan kembalikan kursi pada posisi semula.

4. Halentri Makan

1. Waktu makan posisi tubuh tegak.

2. Sendok di pegang oleh tangan kanan dan garpu di pegang oleh tangan kiri.

3. Cara memegang sendok dan garpu sama dengan memegang pena.

4. Diwaktu sedang makan tidak ada yang bicara.

5. Sebelum dan sesudah makan selalu membaca do’a.

Kategori: artikel

Jadi Paskibra, kenapa tidak?

Juli 13, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Khusus tugas pengibaran dan penurunan bendera pusaka di Istana Merdeka, di ibu kota provinsi/kabupaten/kota, dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan salah satu upaya pembinaan pemuda, khususnya di bidang pembinaan karakter dan pembinaan bangsa. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan proses pembinaan sebagai pemimpin yang tangguh, berkepribadian Pancasila, berdisiplin nasional, berwatak yang kuat, tebal rasa harga diri dan kebangsaan nasionalnya. Mereka juga dibina untuk bersikap mental tenggang rasa, hemat dan bersahaja, bekerja dan belajar keras, cermat, tertib, penuh rasa pengabdian, jujur dan kewiraan.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) adalah salah satu komponen penting dalam rangka upacara peringatan proklamasi. Pasukan ini terdiri atas putra/putri terpilih seluruh Indonesia, didampingi kelompok Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang terlatih.

Karena tugas pengibaran Bendera Pusaka merupakan tugas mulia dan sebagai suatu kehormatan bagi pemuda yang akan dibebani tanggung jawab hari depan bangsa dan negara, kepadanya diberi landasan kesadaran akhlak yang kuat bahwa mereka akan benar-benar menjadi perwira bangsa dan pemuda Indonesia yang ber-Pancasila. Untuk maksud tersebut, para pemuda diberikan latihan kepemimpinan dan keterampilan tingkat pemuka/perintis pemuda.

Sasaran pembinaan Paskibraka yang hendak dicari diibaratkan oleh Idik Sulaeman seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, dalam jangka pendek, sasaran pembinaan Paskibraka adalah pelaksanaan pengibaran Bendera Pusaka. Di sisi lain, dalam jangka panjang adalah memberikan bekal kepada generasi muda agar dapat tumbuh dan berkembang sebagai calon-calon pemimpin bangsa yang berjiwa merah putih. Untuk mencapai hal tersebut, dalam pembinaan Paskibraka diberi bekal tentang pengetahuan baris-berbaris, kepemudaan, kepemimpinan, kepaskibraan, etika, nasionalisme, Bendera Merah Putih, dan dasar-dasar pengembangan kepribadian.

Sebagai sumber daya insani, mereka adalah manusia-manusia pilihan. Anggota Paskibraka harus bisa mengaktualisasikan dirinya secara maksimal dalam melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara Indonesia. Aktualisasi diri ini merupakan kebutuhan manusia pada derajat yang paling tinggi. Tidak semua orang bisa mencapai kebutuhan ini. Jika suatu saat orang bisa mencapai hal ini, akan berubahlah kualitas tentang aktualisasi dirinya. Keadaan inilah yang mendorong orang untuk selalu berprestasi secara terus-menerus tanpa henti.

Anggota Paskibraka terdiri atas pemuda pelajar SLTA yang berusia 17-20 tahun, serta lulus tes seleksi yang diadakan tim seleksi setempat.

Kriteria umum pemilihan calon-calon anggota Paskibraka adalah

(a) Akhlak ditinjau dari P4.
1) Mental/moral dapat dipertanggungjawabkan,
2) Menaati kewajiban agama yang dipeluknya,
3) Berbudi pekerti luhur dan bertingkah laku baik.

(b) Kepribadian,
1) Mudah dan pandai bergaul,
2) Bersahaja, sopan dan disiplin.

(c) Kesehatan dan jasmani
1) Tinggi badan sekurang-kurangnya 160 cm untuk putri dan 165 cm untuk putra,
2) Tegap dan tidak cacat badan, juga tidak berkacamata,
3) Berbadan sehat, dinyatakan dengan surat keterangan dokter.

(d) Kemauan/prestasi,
1) Mahir baris-berbaris,
2) Memiliki kecakapan kepemimpinan,
3) Menghayati arti dan sejarah Proklamasi Republik Indonesia dan menghayati fungsi dan makna bendera kebangsaan Merah Putih,
4) Memiliki kemampuan akademik setingkat atau di atas rata-rata kelas.

Kondisi demikian seperi terurai di atas, menunjukkan sosok seorang Paskibraka terlahir dari suatu proses yang panjang dan penuh dengan tantangan.
(dikutip dari: http://www.ppikotim.com)

Kategori: artikel